Quote:
Pertama-tama, ane mohon maaf karena thread ane tidak bergambar, dan mungkin bakalan membuat aga-agan jenuh. Ane rasa, sebagian banyak dari agan-agan uda tau cerita ini, ane cuma mau share mungkin diantara agan-agan smua ada yang belum tau cerita ini. |
Quote:
Mangga gan disimak... Jangan ngeluh dulu yaa sebelum baca :D :ngacir2 |
Quote:
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta. Si gadis tampil dengan begitu anggunnya. Banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia. Tapi pada saat pesta selesai, dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopananan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. Dan akhirnya mereka duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria merasa gugup untuk mengatakan kata-kata dan si gadis mulai merasa tidak nyaman, dan berkata "Kita pulang saja yuk?". Namun si pria tiba-tiba meminta sesuatu pada pramusaji. "Bisa minta garam buat kopi saya?". Semua orang yang mendengar, memandang pada si pria, wajahnya memerah, tapi si pria tetap memasukan garam itu kedalam kopinya dan meminumnya. Si gadis dengan penasaran berkata "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?". Si pria menjawab, "Ketika saya kecil saya tinggal di daerah pantai dekat laut. Saya suka bermain di laut, rasanya asin, dan sedikit mengigit, sama seperti "kopi asin" ini. Dan setiap saya meminum "kopi asin", saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya sangan rindu akan kedua orangtua saya." Begitu mengucapkan kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca dan si gadis merasa tersentuh akan perkataan tulus si pria itu. Si gadis berfikir, bila seorang pria akan kampung halamannya, dia berfikir bahwa si pria perduli akan rumahnya dikampung halamannya, orangtuanya, dan akan bertanggung jawab akan rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara mengenai kampung halamannya yang jauh disana, keluarganya, dan masa kecilnya. Suasana kaku langsung menjadi obrolan yang hangat. Yang juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah bagi mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis mulai berfikir hampir saja dia kehilangan seorang pria seperti itu. Dia seorang pria yang hangat, baik hati, perhatian dan peduli. Si gadis hampir saja kehilangan pria seperti itu. Untung ada "kopi asin". Kemudian, cerita bejalan dengan indah, seperti cerita putri dan pangeran selayaknya. Setiap hari si putri menyajikan "kopi asin" untuk sang pangeran karena dia tahu itulah yang disukai sang pangeran. Setelah 40 tahun, si pria meninggal. Dia meninggalkan secarik surat untuk istrinya. Dalam surat itu, dia berkata; Quote: Sayangku tercinta, maafkan saya. Maafkan jika seumur hidupku, hanyalah sebuah kebohongan belaka, mengenai "kopi asin". Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu. Sebenarnya, saya ingin meminta gula, tapi saya malah berkata garam. Sulit untuk merubahnya. Karena saya pikir kamu pasti akan bertambah tidak nyaman. Jadi saya putuskan untuk maju terus. Saya tak pernah berfikir ini akan jadi awal untuk jadi komunikasi kita. Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini. Saya telah berusaha untuk mengatakan sejujurnya. Tapi saya takut untuk melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu satu apapun . Sekarang saya sekarat, saya sudah tidak takut apa-apalagi, jadi saya katakan yang sejujurnya. Jadi saya katakan bahwa "kopi asin". Betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat "kopi asin" seumur hidupku sejak bertemu dengamu. Dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya ingin tetap bertemu denganmu dan memilikimu, walaupun harus meminum "kopi asin" itu lagi. | Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu basah. Kemudian hari bila ada yang bertanya pada sang gadis bagaimana rasanya kopi pakai garam? si gadis menjawab "Rasanya manis". |
Quote:
Terkadang, anda merasa anda merasa mengenal seseorang lebih baik dari orang lain. Tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang sesorang itu bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian "kopi asin" tadi. Sekarang, tambahkan cinta dan kurangi benci. Karena, terkadang garam terasa lebih manis daripada gula. |
Quote:
Mungkin segitu aja gan cerita dari ane. Semoga agan smua dapat sebuah pelajaran berharga dari cerita diates. |
batickers 29 Nov, 2011
Admin 29 Nov, 2011 --
Source:
http://kaskus-forum.blogspot.com/2011/11/renungan-sebuah-rasa-kopi-asin.html~
Manage subscription | Powered by
rssforward.com
Judul : Renungan Sebuah Rasa "Kopi Asin"
Deskripsi : Quote: Quote: WEL COME T O M Y THR ...