semoga g :repost:
Tolong :rate5
![[imagetag]](http://static.inilah.com/data/berita/foto/1802160.jpg)
Quote:
Tenggarong Berbagai macam metode pengangkatan badan Jembatan Mahakam II seberat 1.620 ton yang berada 50 meter di dasar Sungai Mahakam, terus dirancang. Setelah metode menarik reruntuhan menggunakan tug boat dan pemotongan akhirnya gagal, ditawarkan lagi metode unik: menggunakan balon helium. Balon akan mengangkat sedikit badan jembatan dari dasar sungai, dan memudahkan untuk ditarik oleh tug boat menjauhi lokasi runtuh. Dengan begitu dugaan masih banyaknya korban yang terjepit badan jembatan, bisa segera diketahui. Direktur Operasi dan Pelatihan Basarnas Marsekal Pertama Sunarbowo Sandi mengatakan, kemarin telah dicoba opsi mengaitkan tali ke badan jembatan dan kemudian ditarik dengan tug boat. Rencana ini gagal karena arus bawah sungai terlalu deras sehingga penyelam tidak bisa mendekati objek. "Deras sekali arusnya, penyelam tak bisa mendekat," tukas Sandi. Opsi kedua kemudian dicoba, yakni mengirim 25 penyelam ke dasar sungai membawa alat las memotong rangka jembatan dan kendaraan yang ada di bawah. Lagi-lagi gagal karena derasnya arus. "Dalam rapat gabungan, muncul beberapa opsi lain, salah satunya menggunakan balon. Cara ini dianggap lebih menguntungkan," cetusnya Ia menjelaskan, cara ini ditempuh dengan cara mengaitkan beberapa tali ke badan jembatan ke 60 balon helium ukuran besar. Balon-balon itu dimasukkan ke sungai dalam keadaan kempes. Tali yang lain juga akan dipasang di badan puing ke tug boat. Setelah tali balon sukses terpasang, balon kemudian dikembangkan menggunakan helium. Bila 60 balon itu berhasil mengangkat sedikit puing di bawah, maka tug boat akan lebih mudah menariknya ke arah utara yang lebih dangkal, yakni hanya 15 meter. Saat ini puing berada di kedalaman 50 meter. "60 balon masuk dalam keadaan kempes. Kita isi helium setelah terpasang ke badan jembatan dan harapannya bisa terangkat. Kita lakukan hanya jam 06.00 hingga pukul 08.00 pagi. Di luar jam itu arus sangat deras," ucapnya. Saat ini tim sedang membeli 60 balon tersebut di Balikpapan dan akan segera mengeksekusi rencana ini setelah semua barang tersedia. "Kita berusaha keras supaya bisa mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di reruntuhan," ucapnya. Sunarbowo mengatakan teknik pengangkatan dengan balon ini pernah dilakukan terhadap kapal tongkang yang tenggelam di Bali dan Banjarmasin, dan berhasil. Namun, tuturnya, kalau untuk kasus jembatan runtuh belum pernah dilakukan. "Dalam evakuasi dengan menggunakan balon ini harus disatukan dengan bantuan tugboat. Setidaknya sebanyak 12 tugboat yang sudah kami siapkan. Karena melihat berat jembatan ini mencapai 1.620 ton, tentunya perlu bantuan tugboat juga," jelasnya. |
Tinjauan Fisika Quote:
Ia tidak menjelaskan bagaimana skenario ini berhasil dari pandangan fisika. Dari penelusuran Koran Kaltim di pustaka internet, didapatkan rumus seberapa mampu balon helium mengangkat beban atau massa. Perbandingannya adalah 1 liter gas helium mampu mengangkat beban 1 gram. Rumus fisika kemampuan helium mengangkat massa adalah: 4/3 (dikali) pi (dikali) jari-jari (dikali) jari-jari (dikali) jari-jari. Sebagai contoh, balon 'ulang tahun' anak-anak umumnya berdiameter 30 cm. Dengan demikian balon itu berkapasitas helium 14 liter, jadi bisa mengangkat beban 14 gram. Bila berat Anda 50 kg, maka Anda membutuhkan sekitar 5.000 balon 'ulang tahun' untuk mengangkat tubuh Anda. Balon helium yang sering dipakai sebagai media iklan atau biasa kita lihat melayang-layang di atas mal atau acara keramaian, disebut blimp. Mungkin blimp ini yang akan dipakai untuk mengangkat reruntuhan jembatan. Blimp raksasa ada yang berdiameter 30 meter dengan volume helium 14 juta liter, yang artinya mampu mengangkat 14 ton beban. Blimp yang umumnya kita lihat adalah blimp diameter 3,5-9 meter. Blimp 9 meter memerlukan 4,2 juta liter helium, otomatis mampu mengangkat beban 4,2 ton beban. Berapa blimp ukuran 9 meter yang diperlukan untuk mengangkat 1.620 ton puing di dasar sungai? 386 blimp! Dengan hanya memakai 60 blimp 'ukuran pasaran', hitungan fisikanya tidak mungkin mengangkat beban 1.620 ton. Bila bisa terangkat, mungkin beban puing bukan 1.620 ton atau blimp yang dipakai bukan yang berdiameter 9 meter. Tapi mengangkat beban berat menggunakan balon bukan lah hal baru. Sebuah perusahaan di Australia bernama Skylifter, menjalankan usaha 'helium balloon sky-crane' atau crane balon helium. Balon yang digunakan juga bukan balon blimp pasaran, melainkan sebuah balon yang didesain khusus yang mampu mengangkat beban 150 ton dengan jarak tempuh maksimum 1.300 km dengan kecepatan maksimum 45 knots. Balon yang didesain berbentuh pipih dengan diameter 23 meter. Skylifter mendesain balon ini untuk mengangkut konstruksi ke area yang tak bisa dilalui kendaraan. Tapi bagaimana perhitungannya bila ditambah daya tarik 12 tug boat? Tentu tidak akan sesederhana ini lagi. Tapi meski bagaimana pun, kita harap skenario 60 balon yang direncanakan Tim SAR itu berhasil. |
shiviet 30 Nov, 2011
Admin 30 Nov, 2011 --
Source:
http://kaskus-forum.blogspot.com/2011/11/60-balon-angkat-1620-ton-puing-jembatan.html~
Manage subscription | Powered by
rssforward.com
Judul : 60 Balon Angkat 1.620 Ton Puing Jembatan Mahakam
Deskripsi : semoga g :repost: Tolong :rate5 Quote: Tenggarong Berbagai macam metode pengangkatan bad...